Fakultas Kehutanan UNIPA Gelar Kuliah Umum tentang Konservasi, Inovasi, dan Ekonomi Hijau di Tanah Papua

Manokwari, 31 Agustus 2026 — Fakultas Kehutanan Universitas Papua (UNIPA) menyelenggarakan kuliah umum bertajuk “Dari Hutan untuk Masa Depan: Konservasi, Inovasi, dan Ekonomi Hijau dalam Pembangunan di Tanah Papua” di Auditorium Rektorat Universitas Papua, Senin (31/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung pada pukul 09.00–12.00 WIT tersebut mengusung semangat membangun generasi akademik yang peduli, inovatif, dan berkelanjutan dalam pengelolaan sumber daya alam. Kuliah umum ini menjadi ruang berbagi pengetahuan dan pengalaman mengenai pentingnya menjaga kelestarian hutan sekaligus mengembangkan inovasi dan ekonomi hijau untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di Tanah Papua.

Kuliah umum secara resmi dibuka oleh Dr. Yusuf Willem Sawaki, S.Pd., M.Si., selaku Wakil Rektor IV Universitas Papua. Dalam pembukaan kegiatan, disampaikan pentingnya peran perguruan tinggi dalam menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki pengetahuan, kepedulian, dan kemampuan untuk menjawab berbagai tantangan pengelolaan hutan dan lingkungan di Tanah Papua.

Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber dengan latar belakang dan pengalaman yang berbeda, yaitu Hans Mandacan, praktisi lingkungan; Prof. Dr. Charlie D. Heatubun, S.Hut., M.Si., FLS, Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Papua Barat sekaligus Pelaksana Tugas Kepala Bappeda Papua Barat; serta Prof. Dr. Ir. Rudi A. Matburongs, M.Si., IPU, Ketua Forum Daerah Aliran Sungai Papua Barat.

Ketiga narasumber menyampaikan berbagai pandangan mengenai upaya konservasi hutan, pengembangan inovasi berbasis sumber daya alam, dan penerapan ekonomi hijau dalam pembangunan di Tanah Papua. Materi yang disampaikan juga menekankan pentingnya keseimbangan antara pemanfaatan sumber daya hutan, perlindungan keanekaragaman hayati, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta penghormatan terhadap pengetahuan dan kearifan lokal masyarakat adat.

Kuliah umum tersebut dihadiri oleh pimpinan Fakultas Kehutanan Universitas Papua, meliputi dekan dan wakil dekan bidang I, II, dan III, para dosen, mahasiswa, serta perwakilan dari Badan Riset dan Inovasi Daerah Papua Barat. Antusiasme peserta terlihat dalam sesi diskusi, terutama ketika membahas tantangan pengelolaan hutan, kebutuhan riset dan inovasi, serta peluang pengembangan ekonomi hijau yang sesuai dengan karakteristik sosial dan ekologis Tanah Papua.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan memperoleh wawasan yang lebih luas mengenai keterkaitan antara ilmu kehutanan, konservasi, inovasi, dan pembangunan ekonomi berkelanjutan. Kegiatan tersebut juga diharapkan dapat mendorong lahirnya gagasan dan kolaborasi baru untuk mendukung pengelolaan sumber daya alam Papua secara lestari, adil, dan berbasis ilmu pengetahuan.

Pada akhir kegiatan, dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Badan Riset dan Inovasi Daerah Papua Barat dan Fakultas Kehutanan Universitas Papua. Perjanjian tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi kelembagaan, khususnya pada bidang penelitian, pengembangan inovasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mendukung pembangunan kehutanan dan lingkungan di Papua Barat.

Penyelenggaraan kuliah umum dan penandatanganan perjanjian kerja sama ini menegaskan komitmen Fakultas Kehutanan Universitas Papua untuk terus membangun jejaring kolaborasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan. Melalui kolaborasi tersebut, hutan Papua diharapkan tetap lestari sekaligus mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat dan generasi mendatang.