Manokwari, 17 Juni 2026. Fakultas Kehutanan menyelenggarakan Lokakarya Pengembangan Kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) dengan melibatkan berbagai stakeholder, yang terdiri atas instansi pemerintah, dunia usaha dan industri, organisasi profesi, alumni, serta mitra pengguna lulusan.
Kegiatan ini bertujuan untuk memperoleh masukan dan rekomendasi dalam penyempurnaan kurikulum agar sesuai dengan kebutuhan dunia kerja, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta tantangan terkini di bidang lingkungan dan kehutanan.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta berdiskusi mengenai berbagai isu strategis yang perlu menjadi perhatian dalam pengembangan kurikulum, termasuk perubahan kebijakan kehutanan, pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan, perubahan iklim, konservasi lingkungan, serta pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan kehutanan.
Melalui forum ini, stakeholder memberikan berbagai saran terkait kompetensi yang perlu dimiliki lulusan Fakultas Kehutanan agar mampu bersaing dan beradaptasi dengan dinamika pembangunan sektor kehutanan dan lingkungan. Masukan yang diperoleh akan menjadi bahan evaluasi dan penyempurnaan kurikulum OBE yang saat ini sedang dikembangkan oleh fakultas.
Dekan Fakultas Kehutanan menyampaikan bahwa keterlibatan stakeholder merupakan bagian penting dalam proses pengembangan kurikulum guna memastikan lulusan memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, dunia kerja, dan perkembangan sektor kehutanan.
Melalui lokakarya ini, Fakultas Kehutanan berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan menghasilkan lulusan yang profesional, kompeten, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan kehutanan dan lingkungan yang berkelanjutan.

