Dosen Fakultas Kehutanan Universitas Papua Berkontribusi dalam Workshop Kajian Pemulihan Ekosistem Hutan di Tambrauww

Manokwari, 4 Agustus 2026Fakultas Kehutanan Universitas Papua (UNIPA) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung upaya pelestarian hutan dan pembangunan berkelanjutan di Tanah Papua melalui partisipasi aktif pada Workshop Kajian Pemulihan Ekosistem Hutan yang diselenggarakan oleh ASRI bekerja sama dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua Barat Daya.

Kegiatan yang berlangsung di salah satu di Manokwari ini merupakan bagian dari implementasi program kerja sama ASRI dan BBKSDA Papua Barat Daya dalam mendukung Pemulihan Ekosistem Hutan di Kabupaten Tambrauw, khususnya di Distrik Mubrani. Workshop mengangkat tema:

“Kolaborasi untuk Hutan Lestari: Kearifan Masyarakat Adat, Sains, dan Kebijakan dalam Aksi Pemulihan Ekosistem Hutan di Kabupaten Tambrauw.”

Workshop menghadirkan berbagai pemangku kepentingan yang terdiri atas unsur pemerintah, akademisi, lembaga swadaya masyarakat, serta perwakilan masyarakat adat untuk memperkuat sinergi dalam merumuskan strategi pemulihan ekosistem hutan yang berkelanjutan.

Pada kesempatan tersebut, Prof. Dr. Sepus Fatem dari Fakultas Kehutanan Universitas Papua hadir sebagai salah satu narasumber utama. Dalam paparannya, Prof. Sepus Fatem menekankan pentingnya integrasi antara ilmu pengetahuan, kebijakan pengelolaan sumber daya alam, dan kearifan masyarakat adat sebagai fondasi utama dalam menjaga keberlanjutan ekosistem hutan di Kabupaten Tambrauw.

Menurut beliau, keberhasilan program pemulihan ekosistem tidak hanya bergantung pada pendekatan teknis dan ilmiah, tetapi juga memerlukan pengakuan terhadap nilai-nilai budaya serta praktik pengelolaan hutan yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat adat.

Selain Prof. Sepus Fatem, sejumlah dosen Fakultas Kehutanan Universitas Papua juga turut berpartisipasi dalam kegiatan ini sebagai peserta maupun kontributor diskusi. Kehadiran para akademisi tersebut menjadi wujud nyata peran perguruan tinggi dalam mendukung penyusunan rekomendasi ilmiah serta penguatan kolaborasi multipihak untuk pengelolaan hutan yang berkelanjutan di Papua.

Melalui forum ini, para peserta berdiskusi mengenai berbagai tantangan dan peluang dalam pemulihan ekosistem hutan, mulai dari aspek konservasi keanekaragaman hayati, tata kelola kawasan, pemberdayaan masyarakat adat, hingga penyusunan kebijakan berbasis bukti ilmiah (evidence-based policy).

Partisipasi aktif Fakultas Kehutanan Universitas Papua dalam kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat peran institusi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang berkontribusi terhadap konservasi sumber daya hutan di Tanah Papua.

Workshop ini menjadi momentum penting untuk mempererat kolaborasi antara pemerintah, akademisi, organisasi masyarakat sipil, dan masyarakat adat dalam mewujudkan pengelolaan hutan yang lestari, inklusif, dan berkelanjutan bagi generasi sekarang maupun yang akan datang.