Manokwari, 20 Agustus 2025 – Fakultas Kehutanan (Fahutan) Universitas Papua (UNIPA) menyelenggarakan Lokakarya Kurikulum sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Acara ini berlangsung selama dua hari, dari Rabu, 20 Agustus 2025, dan Jumat, 22 Agustus 2025, dan diselenggarakan secara hibrid, yaitu di Salah satu Hotel di Manokwari dan melalui platform Zoom serta di buka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Jonni Marwa, S.Hut., M.Si., IPU.
Fahutan UNIPA terus berupaya memastikan seluruh program studinya memenuhi standar kelayakan dan pengakuan dari pihak terkait. Dengan akreditasi “B” yang telah diraih oleh Program Studi S2 Kehutanan dan akreditasi minimum untuk tiga program studi baru S1 Ilmu Lingkungan, S1 Teknologi Hasil Hutan, dan S1 Konservasi Hutan, lokakarya ini menjadi langkah penting untuk menyusun kurikulum yang relevan dan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
Lokakarya ini menghadirkan perwakilan dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk pihak mitra kerja, alumni, dan akademisi, untuk memberikan masukan berharga. Diskusi terfokus pada evaluasi kurikulum yang ada, identifikasi kebutuhan kompetensi lulusan, dan perumusan kurikulum baru yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kehutanan. Lokakarya ini di hadiri oleh narasumber berpengalaman seperti Tommy Listianto S. Hut M. Env.Sc. Ph.D dari Fakultas Kehutanan UGM, dan Prof. Dr. Ir. Noor Farikhah Haneda, MS dari Fakultas Kehutanan IPB.
Dekan Fahutan UNIPA, Wolfram Mofu, S.Hut., M.Si., menyampaikan, “Kurikulum yang relevan dan berkualitas adalah kunci untuk mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga siap menghadapi tantangan di lapangan. Kami berharap lokakarya ini menjadi momentum untuk melahirkan kurikulum yang dapat membawa Fahutan UNIPA menuju standar yang lebih tinggi.”
Dengan terlaksananya lokakarya ini, Fahutan UNIPA berharap dapat memperkuat akreditasi program studi yang ada dan menghasilkan lulusan-lulusan Rimbawan yang kompeten, berdaya saing, serta mampu berkontribusi nyata bagi pembangunan kehutanan berkelanjutan di Papua dan Indonesia.

