Manokwari β Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sylva Fakultas Kehutanan Universitas Papua (Fahutan UNIPA) kembali melaksanakan kegiatan Orientasi Pendidikan Dasar (OPDAS) sebagai bagian dari program kerja pembinaan bagi mahasiswa baru atau rimbawan muda. Kegiatan ini telah berlangsung sejak Oktober hingga November 2025, kemudian dilanjutkan kembali pada Februari 2026 dengan pertemuan rutin setiap hari Sabtu.
Pada kegiatan OPDAS yang dilaksanakan hari ini, para peserta mendapatkan pembekalan materi dari IRAFU serta Laboratorium Konservasi Sumber Daya Hutan dan Perlindungan Hutan (Lab KSDH-PI). Kegiatan pelatihan berlangsung sejak Pagi hingga sore hari dengan kombinasi materi teori dan praktik langsung.
Materi pertama yang diberikan adalah pengenalan tumbuhan epifit, yaitu tumbuhan yang hidup menempel pada tanaman lain tanpa merugikan inangnya. Dalam sesi ini, mahasiswa diperkenalkan dengan beberapa contoh tumbuhan epifit yang umum ditemukan di hutan Papua, seperti anggrek hutan, paku-pakuan, dan sarang semut. Peserta juga diajak memahami karakteristik ekologis, peran epifit dalam ekosistem hutan, serta teknik konservasinya.
Selanjutnya, peserta mendapatkan pelatihan pembuatan media tanam tumbuhan menggunakan sabut kelapa. Pada sesi praktik ini, mahasiswa belajar mengolah sabut kelapa sebagai media tanam yang ramah lingkungan dan cocok digunakan untuk menumbuhkan tanaman epifit, khususnya anggrek.
Melalui kerja kelompok dan pendampingan dari pemateri serta panitia, para peserta berhasil menghasilkan delapan pot tanaman anggrek yang ditanam menggunakan media sabut kelapa. Hasil karya mahasiswa tersebut rencananya akan diserahkan oleh BEM Sylva kepada pihak Fakultas Kehutanan UNIPA untuk disimpan dan dirawat di screen house fakultas sebagai bagian dari upaya pembelajaran dan konservasi tanaman.
Ketua panitia kegiatan menyampaikan bahwa OPDAS bukan hanya menjadi sarana pengenalan organisasi kemahasiswaan, tetapi juga sebagai wadah untuk membangun karakter rimbawan muda yang memiliki pengetahuan ekologis, keterampilan praktis, serta kepedulian terhadap kelestarian hutan.
Melalui kegiatan seperti ini, BEM Sylva Fahutan UNIPA berharap mahasiswa baru dapat semakin mengenal dunia kehutanan sejak dini serta memiliki semangat untuk menjaga kekayaan biodiversitas hutan Papua yang sangat unik dan bernilai tinggi. πΏπ±

