Tambrauw, 3 Juli 2025. Sebagai kabupaten konservasi dan masyarakat, Tambrauw terus berpacu membangun diberbagai bidang termasuk upaya perlindungan sumberdaya alam dan pengakuan masyarakat adat secara masif. Salah satu yang dilakukan melalui kerjasama bersama Universitas Papua ,khususnya Fakultas Kehutanan melalui kegiatan tridharma yakni penelitian. Disisi lain Kebijakan Kabupaten Konservasi dan Masyarakat adat sudah ditetapkan secara resmi sejak tahun 2018, pasca itu maka perlu ada upaya dan terobosan untuk mengisi ruang-ruang kebijakan yang telah dikerjakan. Artinya harus ada manfaat yang dirasakan oleh masyarakat adat, pemerintah daerah, publik dan pihak lainnya, ungkap Akademisi Universitas Papua, Profesor Dr. Sepus Fatem, M.Sc di sela-sela kegiatan semiloka mitra Pembangunan Kabupaten Tambrauw, 3-4 Juli 2025 di Aula Kantor Bappeda Tambrauw bertemakan ‘’Memperkuat Kolaborasi Para Pihak Demi Mewujudkan Pembangunan Berkelanjutan di Kabupaten Tambrauw ‘’ . Untuk itu dalam menilai dan memotret perkembangan Tambrauw hingga saat ini, maka dirinya bersama beberapa orang akademisi UNIPA mendorong 10 mahasiswa program strata 1 dan 4 orang mahasiswa vokasional D.III KSDH Kelas Sausapor, Fakultas Kehutanan UNIPA melaksanakan penelitian tugas akhir maupun skripsi di Kabupaten Tambrauw melalui skema kolaborasi bersama Pemda Tambrauw dan Mitra Pembangunan.
Sepuluh mahasiswa tersebut antara lain Josua Yohanes Awak meneliti tentang Kontribusi Pendanaan Dari Filantropi Terhadap Pembangunan Kabupaten Konservasi dan Masyarakat Adat Tambrauw, Sikap dan Persepsi Masyarakat terhadap Kebijakan Kabupaten Konservasi Tambrauw oleh Rikarda Wingki Mofu, Strategi Adaptasi Lembaga Swadaya Masyarakat Dalam Isu Lingkungan Di Kabupaten Tambrauw Provinsi Papua Barat Daya Oleh Dortea Ohoiulun, Dinamika Pembentukan Kabupaten Tambrauw sebagai Kabupaten Konservasi di Tanah Papua oleh Rohma Fauzia Fimbay, Deskripsi Sasi Sumberdaya Alam Laut Pada Komunitas Masyarakat Biak Di Kabupaten Tambrauw oleh Hein Padwa, Pemetaan Aktor Dalam Usulan Pembentukan Hutan Adat Marga Yessa Di Kabupaten Tambrauw oleh Marike Mirino, Persepsi Masyarakat Terhadap Usulan Hutan Adat Marga Yessa Di Kabupaten Tambrauw oleh Medeline Mayor, Agus Yesnat yang menyusun karya ilmiah tentang Deskripsi Sasi oleh Marga Sundoy di Teluk Weyos Pesisir Abun Kabupaten Tambrauw, Analisis Jaringan Modal Sosial Masyarakat Suku Mpur Suor Di Lembah Kebar Dalam Upaya Perlindungan Sumber Daya Alam oleh Qodriyah Aziztul Fitriyani, dan Lucia Gracia Christie Yaas melakukan penelitian tentang Kolaborasi Aktor Dalam Perlindungan SDA Di Distrik Kebar, Kabupaten Tambrauw khususnya penetapan dan deklarasi Lembah Kebar Wilayah Adat Suku Mpur Suor Sebagai Tanah Injil tanggal 9 September 2024 lalu.
Di kesempatan yang sama pemerintah kabupaten Tambrauw, menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada para mahasiswa/ UNIPA yang telah memilih kabupaten Tambrauw sebagai materi karya ilmiah dan skripsi. ‘’ Sebagai Bupati Tambrauw, saya mewakili pemerintah kabupaten Tambrauw dan masyarakat menyampaikan terima kasih kepada ke sepuluh adik-adik mahasiswa Fakultas Kehutanan UNIPA yang berada di Tambrauw untuk melakukan penelitian, papar Alumni S2 Ilmu Lingkungan UNIPA itu. Kegiatan yang dilakukan ini tidak hanya bertujuan untuk membantu adik-adik selesai nantinya, tapi juga menjadi kesempatan belajar mengali dan membentuk pengalaman anda, sikap kritis anda, tanggungjawab dan pengembangan diri anda sebagai calon pemimpin di masa depan, ujar Bupati Tambrauw Yeheskiel Yesnat, SE,., MSi
Di sela-sela kegiatan yang sama Guru Besar Bidang Kebijakan Hutan dan Konservasi Fakultas Kehutanan UNIPA, Prof. Dr. Sepus Fatem, menyampaikan terima kasih kepada para pihak yang telah mendukung penelitian ini. ‘’ Saya pribadi dan mewakili mitra pembangunan menyampaikan terima kasih banyak dan apresiasi kepada Bupati Tambrauw; Pengelola PS. D.III Konservasi Sumberdaya Hutan Fahutan UNIPA, pimpinan WWF Papua dan Yayasan Pioner, Pimpinan Yayasan Econusa, Pimpinan The Samdhana Institute, yang memberikan ijin, dukungan pendanaan, akomodasi dan fasilitas lainnya sehingga para mahasiswa sebagai bisa melakukan studi di Kabupaten Tambrauw. Ini contoh baik dari kolaborasi nyata dalam Investasi sosial untuk membangun Sumberdaya Manusia Emas di Tanah Papua, Imbuhnya. Ditambahkan lebih lanjut bahwa Ke depan kita akan mendorong lebih banyak dukungan mitra pembangunan dalam mendukung adik-adik mahasiswa untuk menulis tentang Tambrauw, menulis tentang Tanah Papua, sebagai bagian dari menceritakan dan menjaga Tanah Papua dari kepungan investasi, perampasan tanah dan keterancaman masyarakat adat’’ pungkasnya menutup sesi wawancara awak media ini.

