Fakultas Kehutanan UNIPA Gelar Lokakarya Kurikulum Berbasis OBE

Manokwari – Fakultas Kehutanan Universitas Papua (UNIPA) menyelenggarakan Lokakarya Penyusunan Kurikulum Berbasis Outcome-Based Education (OBE) sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan tinggi yang berorientasi pada capaian pembelajaran lulusan. Kegiatan ini menghadirkan pakar kurikulum sekaligus Direktur Kajian dan Inovasi Akademik Universitas Gadjah Mada (UGM), Dr. Hatma Suryatmojo.

Lokakarya dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Papua, Prof. Dr. Hugo Warami, S.Pd., M.Hum., serta dihadiri oleh pimpinan universitas, pimpinan Fakultas Kehutanan, ketua jurusan, ketua program studi, dosen, tim pengembang kurikulum, serta tenaga kependidikan yang terlibat dalam penyusunan kurikulum.Dalam sambutannya, Rektor UNIPA menegaskan bahwa transformasi kurikulum bukan sekadar memenuhi tuntutan kebijakan nasional, melainkan menjadi momentum untuk memperkuat identitas akademik Universitas Papua. Menurutnya, implementasi kurikulum berbasis OBE di Fakultas Kehutanan harus mampu mengakomodasi karakteristik ekologis, sosial, dan budaya Papua sehingga lulusan tidak hanya memiliki kompetensi akademik yang kuat, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pengelolaan sumber daya hutan yang berkelanjutan di Tanah Papua.

Sementara itu, Dekan Fakultas Kehutanan UNIPA, Dr. Elieser Sirami, S.Hut., M.Si., menjelaskan bahwa penyusunan kurikulum berbasis OBE merupakan bagian dari komitmen fakultas dalam menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja dan perkembangan ilmu pengetahuan. Ia menilai bahwa pendekatan OBE akan mendorong proses pembelajaran yang lebih terarah pada pencapaian kemampuan nyata mahasiswa, mulai dari penguasaan ilmu kehutanan, keterampilan profesional, kemampuan berpikir kritis, hingga penyelesaian berbagai persoalan kehutanan yang dihadapi masyarakat.

Sebagai narasumber utama, Dr. Hatma Suryatmojo memaparkan berbagai prinsip penyusunan kurikulum OBE yang menitikberatkan pada keselarasan antara profil lulusan, capaian pembelajaran lulusan (CPL), strategi pembelajaran, hingga sistem asesmen. Ia juga memberikan pendampingan kepada tim penyusun kurikulum agar dokumen yang dihasilkan memenuhi standar nasional pendidikan tinggi sekaligus relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan keilmuan.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta terlibat aktif dalam diskusi dan penyusunan dokumen kurikulum. Berbagai masukan diberikan terkait perumusan profil lulusan, penyelarasan capaian pembelajaran dengan mata kuliah, pengembangan metode pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa, serta penyusunan sistem evaluasi yang mampu mengukur ketercapaian kompetensi secara objektif.

Melalui lokakarya ini, Fakultas Kehutanan UNIPA berharap dapat menghasilkan kurikulum yang lebih adaptif, responsif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta mampu menjawab tantangan pengelolaan kehutanan tropis yang berkelanjutan. Kurikulum baru tersebut diharapkan menjadi landasan dalam mencetak lulusan yang unggul, profesional, berdaya saing global, dan tetap memiliki kepedulian tinggi terhadap pelestarian hutan serta pemberdayaan masyarakat Papua.